Posts tagged with “penyembuhan radang pankreas”

Penyembuhan Radang Pankreas Dengan Hinori TNO

Penyembuhkan Radang Pankreas Dengan Zat Iridoid Yang Terkandung Dalam Hinori TNO

Penyembuhan Radang Pankreas Dengan Hinori TNO

Tubuh manusia memiliki banyak sistem, ada sistem kardiovaskular yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, sistem otot untuk menggerakan tubuh, sistem saraf yang berfungsi mengumpulkan, mengirim, dan memroses informasi, sistem pencernaan yang berfungsi untuk memroses makanan dari mulut, perut, dan usus, serta sistem endokrin yang berfungsi sebagai komunikasi tubuh dengan hormon. Sistem pencernaan dan endokrin dijalankan oleh salah satu organ dalam tubuh yang disebut pankreas. Pankreas terletak di rongga perut bagian belakang yang memiliki tugas utama untuk menghasilnya enzim-enzim pencernaan dan hormon. Sama seperti organ lain, pankreas juga bisa mengalami gangguan yang terkait dengan fungsi dan faktor genetik. Penyakit yang bisa muncul adalah radang pankreas atau pankreatitis. Penyembuhan radang pankreas bisa dilakukan dengan menjalani rawat inap dengan pengobatan intensif atau dengan pengonsumsian produk-produk herbal.

Penyakit Radang Pankreas (Pankreatitis)


Penyakit radang pankreas bisa dipicu oleh munculnya batu empedu atau konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Radang pankreas meliputi radang pankreas akut dan radang pankreas kronis. Radang pankreas akut disebabkan oleh enzim di dalam pankreas yang menyebabkan kerusakan pankreas itu sendiri. Sedangkan radang pankreas kronis terjadi secara destruktif, berlangsung terus menerus dengan kondisi yang semakin parah dari hari ke hari dan bisa bersifat permanen. Seseorang yang menderita radang pankreas kronis biasanya berawal dari radang pankreas akut yang tidak tertangani dengan baik.

Pankreatitis disebabkan oleh adanya sumbatan sehingga enzim cerna yang dihasilkan oleh pankreas (amilase, lipase, dan tripsin) terkumpul di dalam pankreas dan mencerna sel-sel di dalam pankreas sehingga menimbulkan peradangan. Dalam kondisi yang sehat, enzim-enzim yang dihasilkan oleh pankreas disalurkan ke usus halus melalui saluran khusus dan digunakan untuk mencerna makanan. Amilase berfungsi sebagai pengurai karbohidrat, lipase berfungsi sebagai pengurai lemak menjadi kolesterol dan asam lemak, dan tripsin sebagai pencerna protein.

Pemicu dari luar dan dalam penyakit ini adalah pengonsumsian minuman beralkohol dalam dosis yang berlebihan, tingginya trigliserida, tingginya kalsium dalam darah, infeksi virus, kurangnya aliran darah ke pankreas, dan trauma pembedahan.

Gejala – Gejala Pankreatitis

Gejala – gejala yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

  • Nyeri yang dirasakan apabila penderita batuk dan makan yang terasa sampai ulu hati dan punggung.
  • Mual dan muntah
  • Suhu badan meningkat
  • Detak jantung yang cepat
  • Kulit berwarna kekuningan
  • Pembengkakan pada perut bagian atas.
  • Bagi penderita pankreatitis akut, gejala akan disertai dengan tekanan darah rendah dan dehidrasi.
  • Bagi penderita pankreatitis kronis, gejala disertai dengan diare, kotoran yang berminyak, dan penurunan berat badan.

Komplikasi Pankreatitis

Pada beberapa kasus, penyakit pankreatitis bisa memicu adanya penyakit komplikasi lain, di antaranya:

  • Pankreas pseudokista

Penyakit ini timbul karena adanya rongga-rongga cairan yang disebut pseudokista. Penyakit ini menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan.

  • Nekrosis Pankreas

Nekrosis pankreas adalah kematian jaringan pada pankreas yang menjadikannya rentan terhadap infeksi bakteri.

  • SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome)

Komplikasi bisa terjadi apabila penyakit nekrosis pankreas tidak ditangani dengan baik sehingga bakteri menyebar, meracuni darah, dan menyerang organ-organ lainnya. Penyakit ini bisa berakibat berbahaya yaitu kegagalan fungsi organ.

Pengobatan Pankreatitis

Pengobatan penyakit pankreatitis diberikan berdasarkan tingkat keparahannya. Dalam kasus yang ringan, penyembuhan radang pankreas dilakukan dengan memberikan obat anti inflamasi non steroid dan parasetamol. Selain itu dokter juga akan memberikan obat penghambat pompa proton yang berfungsi untuk mencegah tukak lambung sebagai efek samping pemberian obat anti inflamasi non steroid. Dalam kasus sedang, dokter akan memberikan obat pereda nyeri tramadol atau codeine yang berbasis zat opioid. Selama menggunakan obat ini, laksatif juga perlu diberikan sebagai obat pencahar karena zat opioid memiliki efek samping konstipasi. Efek-efek samping lainnya adalah mengantuk, mual, dan muntah. Dalam kasus berat, dokter akan memberikan obat zat opioid dengan dosis yang lebih kuat. Efek samping dari pengonsumsian obat ini dalam jangka panjang adalah kecanduan. Oleh karena itu, dokter lebih menyarankan melakukan operasi sebagai penyembuhan radang pankreas pada kasus ini daripada memberikan obat secara terus menerus.

Banyaknya efek samping yang ditimbulkan dari pengonsumsian obat-obatan kimia membuat pengobatan penyakit pankreatitis dialihkan kepada pengobatan herbal yang berasal dari zat-zat alam. Zat yang berperan aktif sebagai penyembuhan radang pankreasadalah zat iridoid. Zat ini bekerja dengan cara meregenerasi sel-sel dalam tubuh yang rusak akibat virus atau bakteri. Penyakit pankreatitis disebabkan oleh sel-sel rusak yang sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan mengonsumsi zat iridoid, sel-sel yang rusak akan teregenerasi dan menciptakan sel-sel baru untuk perbaikan jaringan. Zat iridoid terkandung dalam buah mengkudu. Hinori TNO dari Pulau Tahiti adalah produk herbal dengan 100% bahan alam yang banyak mengandung zat iridoid. Menggunakan bahan dasar mengkudu, Hinori TNO juga kaya akan antioksidan yang bisa membantu menangkal radikal bebas dan memelihara kesehatan.

Pencegahan Pankreatitis

Penyembuhan radang pankreas bisa dilakukan dengan berbagai cara, namun mencegah adalah tindakan yang lebih baik daripada mengobati. Munculnya penyakit pankreatitis erat kaitannya dengan pengonsumsian minuman beralkohol dan penyumbatan batu empedu. Oleh karena itu, cara tepat menghindari penyakit ini adalah dengan meminimalisasi resiko, yaitu:

  • Mengurangi atau sama sekali tidak mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol.
  • Membatasi makan makanan yang bisa mengakibatkan penyumbatan batu empedu, yaitu makanan berminyak, daging berlemak, dan mentega.
  • Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung serat, misal sayur, buah, dan biji-bijian.

Leave a Comment